Free CursorsMyspace LayoutsMyspace Comments
} img{padding:0px;background:transparent;border:none;}

Jumat, 07 Oktober 2011

Teori Belajar Pieget


             Jean Piaget adalah psikolog pertama yang menggunakan Filsafat konstruktivisme, sedangkan teori pengetahuannya  dikenal dengan teori adaptasi kognitif. Sama halnya dengan setiap organisme harus beradaptasi secarafisik dengan lingkungan untuk dapat bertahan hidup, demikian juga struktur pemikiran manusia. Manusia berhadapan dengan tantangan, pengalaman, gejala baru, dan Persoalan yang harus ditanggapinya secara kognitif (mental).
Aspek-Aspek Perkembangan Intelektual Menurut Piaget
A . Struktur
Struktur intelektual merupakan organisasi-organisasi mental tingkat tinggi yang
memudahkan individu untuk memecahkan masalah-masalah dalam lingkungannya.
B . Isi
Isi merupakan perilaku yang khas dari individu dalam merespons suatu masalah yang dihadapi.
C . Fungsi
Fungsi dalam perkembangan intelektual, terbagi menjadi:
  Organisasi yang baik dari intelektual seseorang akan tercermin pada respons yang diberikan terhadap masalah-masalah yang dihadapinya.
  Adaptasi dilakukan mulai proses asimilasi dan aokmodasi. Dalam proses asimilasi seseorang menggunakan struktur yang sudah ada untuk memberikan respons. Sedangkan dalam akomodasi seorang memerlukan modifikasi dari struktur yang ada untuk tujuan yang sama
Tingkat Perkembangan Menurut Piaget
1.      Tingkat Sensori motor (0-2 tahun), Pada periode ini anak mengatur alamnya melalui inderanya (sensorinya) dan motoriknya.
2.      Tingkat Pra operasional (2-7 tahun), Pada periode ini anak belum dapat melakukan  operasioanl mental seperti menambahkan, mengurang, mengali dan membagi. Pada tahap ini perkembangan anak dibagi menjadi:
·         Tingkat Pralogis, Pada tingkat ini penalaran anak disebut  transduktif, bukan induksi dan bukan deduksi. Penalaran mereka bergerak dari khusus ke  khusus. Penalaran mereka belum reversible.
·         Tingkat Berpikir Induktif, Misalnya anak mempunyai bola, kemudian bola itu  dibentuk seperti sosis.Ditanyakan pada siswa, mana  yang lebih besar? Bola tadi atau sosis ini? Jawabannya: “sosis lebih besar”Ternyata anak ini dalam  transformasi atau perubahan bentuk dari yang satu ke  lainnya tidak paham. Secara inkuiri saja mengaku lebih  besar sosis.
3.      Tingkat Operasional Konkrit (7 – 11 tahun), Pada tingkat ini anak sudah mulai dalam tingkat perkembangan berpikir rasional. Anak mulai  mempunyai opersi logis yang dapat diterapkan dalam masalah yang konkrit.
4.      Tingkat Operasi Formal (11 tahun keatas), Pada periode ini anak tidak perlu dengan  bantuan benda atau hal-hal yang konkrit, ia mempunyai cara berpikir abstrak.
Implikasi Teori Piaget dalam Pendidikan
Teori Piaget membahas kognitif atau intelektual. Dan perkembangan intelektual erat
hubungannya dengan belajar, sehhingga  perkembangan intelektual ini dapat dijadikan
landasan untuk memahami belajar. Teori Piaget mengenai terjadinya belajar didasari atas 4 konsep dasar, yaitu sebagai berikut.
  Pendewasaaan/kematangan, merupakan pengembangan dari susunan syaraf.
  Pengalaman fisis, anak harus mempunyai pengalaman dengan benda-benda dan stimulus-stimulus dalam lingkungan tempat ia beraksi terhadap benda-benda itu.
  Interaksi sosial, adalah pertukaran ide antara individu dengan individu.
   Keseimbangan, adalah suatu system pengaturan sendiri yang bekerja untuk menyelesaikan peranan pendewasaan, penglaman fisis, dan interksi social.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Host